Jumat, 22 Juni 2018

Java Balloon Festival Pekalongan 2018, Festival Balon Udara Pertama di Pekalongan

Syawalan memang sudah menjadi tradisi di berbagai daerah di Indonesia. Selama ini Pekalongan identik dengan pembuatan lopis raksasa di daerah Krapyak. Masyarakat Pekalongan dan sekitarnya selalu memadati wilayah Krapyak pada H+7 setelah lebaran. Pada tahun ini, acara di Pekalongan tidak hanya pemotongan lopis raksasa saja. Ada beberapa acara lain diantaranya Festival Kali Kupang, Kirab Budaya 99 Jarik Jlamprang, dan Java Balloon Festival.

Java Balloon Festival 2018.
Pada tanggal 21 dan 22 Juni 2018, bertepatan dengan satu minggu setelah Hari Raya Idul Fitri, ada acara Java Balloon Festival di Kota Pekalongan. Acara ini digelar di Lapangan Kuripan Pekalongan. Ini merupakan kali pertama acara ini digelar di Kota Pekalongan dan merupakan salah satu dari beberapa acara yang diadakan untuk menjaga tradisi Syawalan di Pekalongan. Acara dimulai pada pukul 05.30 WIB dan diikuti oleh 30 grup dari beberapa kelurahan yang ada di Pekalongan. Acara dibagi menjadi dua kloter. Kloter pertama pada hari Kamis, 21 Juni 2018, diikuti 15 grup. Kloter kedua pada hari Jum'at, 22 Juni 2018 juga diikuti oleh 15 grup.

Beberapa balon yang berhasil diabadikan oleh kamera.
Menerbangkan balon saat syawalan sudah merupakan tradisi yang sudah ada sejak lama di Pekalongan. Biasanya balon udara diterbangkan saat moment Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, dan satu minggu setelah Hari Raya Idul Fitri atau yang biasa disebut dengan Syawalan. Pada moment-moment tersebut, setiap kelurahan atau beberapa perkumpulan akan menerbangkan balon udara kreasi mereka. Langit Pekalongan pun akan dihiasi oleh banyak balon udara dan terdengar suara letusan mercon yang biasanya ikut diterbangkan bersama balon udara tersebut. 

Kerjasama tim merupakan kunci dari keberhasilan penerbangan balon.
Namun dibalik semua keindahan itu, ternyata menerbangkan balon udara juga bisa membahayakan orang lain. Apalagi jika balon udara tersebut diterbangkan tanpa diikat dan juga membawa mercon yang bisa meledak kapan saja. Tata cara tentang penerbangan balon udara sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara Pada Kegiatan Budaya Masyarakat. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan tersebut, balon udara wajib ditambatkan dengan minimal 3 tali tambatan yang diberi panji-panji agar terlihat oleh pesawat yang beroperasi. Balon udara juga harus memiliki warna mencolok dan memiliki diameter maksimal 4 meter dan tinggi 7 meter, jika balon tidak bulat sempurna maka diberi dimensi 4x4x7 meter.

Ukuran balon memang beragam, namun dibatasi oleh aturan yang ada.
Tempat yang dilakukan untuk melakukan penerbangan balon udara juga harus berada diluar kawasan penerbangan dengan jarak diluar radius 15 kilometer dari bandara atau tempat pendaratan helikopter. Balon udara boleh diterbangkan sesuai dengan ketentuan setelah mendapatkan ijin dari TNI, Otoritas Bandar Udara Wilayah tempat balon tersebut diterbangkan, dan AirNav Indonesia (maksimal 7 hari sebelum penerbangan). Selain itu, balon hanya boleh diterbangkan setinggi maksimal 150 meter dari permukaan tanah. Balon yang diterbangkan juga tidak boleh membawa petasan, bahan yang mengandung api, dan bahan yang membahayakan lainnya. Jika setelah melalui prosedur tersebut balon terlepas dari tali, maka warga yang berperan selaku penanggung jawab melaporkannya ke pihak yang berwenang setempat.

Kemeriahan para suporter.
Acara ini diharapkan dapat menjaga tradisi penerbangan balon yang sudah dilakukan oleh warga Pekalongan dan sekitarnya tanpa membahayakan keselamatan dan tidak mengganggu lalu lintas penerbangan. "Budaya tetep jalan, keselamatan penerbangan terjamin. Dengan diadakannya acara yang mewadahi kreativitas ini diharapkan akan muncul komunitas-komunitas baru di Pekalongan yang membuat kreativitas di Pekalongan semakin berkembang." - tutur ibu Sri Ruminingsih, Sekretaris Daerah Kota Pekalongan. Kedepannya acara ini akan menjadi agenda tahunan di Kota Pekalongan sehingga dapat menambah daftar agenda pariwisata Pekalongan. Masyarakat Pekalongan dan sekitarnya juga terlihat antusias dengan adanya acara ini. Hal tersebut terlihat dari padatnya lokasi acara selama dua hari. Acara tersebut juga menjadi ajang unjuk kreativitas dari masyarakat Pekalongan tanpa harus menggangu penerbangan. Semoga acara ini menjadi lebih baik di tahun-tahun berikutnya, lebih tertata pengelolaannya, dan lebih sukses. Warga Pekalongan memang sangat membutuhkan hiburan-hiburan yang seperti ini.

Indonesia dengan berbagai macam tradisi yang berbeda di setiap daerah.

Rahatan.



• • •

0 komentar:

Posting Komentar