Sabtu, 09 Desember 2017

Pendakian Pertama dan Terakhir di Gunung Sumbing

Sudah beberapa kali saya naik gunung, namun ada satu gunung yang benar-benar membuat saya tidak ingin mengunjungi gunung tersebut untuk yang kedua kalinya yaitu Gunung Sumbing, Gunung dengan ketinggian 3371 mdpl ini terletak di tiga wilayah Kabupaten yaitu Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Wonosobo. Gunung ini merupakan gunung tertinggi ketiga di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru dan Gunung Slamet. 

Gunung ini membentuk bentang alam gunung kembar bersama Gunung Sindoro. Apabila kalian berangkat dari daerah Parakan menuju Wonosobo, maka kalian akan melihat pemandangan seperti gambar anak SD pada jaman dahulu, dua gunung dengan satu jalan ditengahnya. Gunung Sumbing berada di sebelah kiri jalan tersebut.
Memandang Gunung Sindoro dari Gunung Sumbing.
Saat ini Gunung Sumbing memiliki beberapa jalur pendakian antara lain Jalur Bowongso, Jalur Kaliangkrik, Jalur Cepit, Jalur Banaran, Jalur Sipetung, dan yang paling populer adalah Jalur Garung. Bagi kalian yang belum pernah mendaki Gunung Sumbing, saya sarankan untuk mendaki lewat Jalur Garung saja. Akses untuk sampai di Basecamp Garung juga mudah. Apabila kalian dari Parakan, naik bus jurusan Wonosobo lalu turun di Bank BRI Kledung. Basecamp Garung terletak di gang sebelah Bank BRI. 
Mukanya masih pada ceria haha.
Saat saya naik ke Gunung Sumbing via Garung, terdapat dua jalur yaitu jalur lama dan jalur baru. Saat itu rombongan saya naik via jalur baru dan turun lewat jalur lama. Saat itu kami mulai pendakian jam setengah 4 sore. Untuk kalian yang belum pernah naik Gunung Sumbing, jangan kaget kalau jalur pendakian via Garung ini tidak ada "bonus" sama sekali, jalurnya nanjak terus hehe. Saat itu kami sampai tempat camp jam 12 malam. Kami terpaksa ngecamp ditempat yang seadanya karena sumpah Gunung Sumbing benar-benar menguras tenaga. Saat itu kami mendirikan tenda di bawah Pos Pasar Setan. 
Tanjakan di depan mata.
Rencananya rombongan saya akan melanjutkan pendakian pagi hari, tapi ternyata kami semua bangun kesiangan dan kami memulai pendakian lagi jam 11 siang. Saat itu kami mengira bahwa Gunung Sumbing banyak terjadi pencurian, sama seperti Gunung Sindoro. Padahal di Gunung Sumbing tidak masalah kalau kalian mau ninggal barang di tenda. Akhirnya kami pun mendaki membawa semua beban kami, jalannya nanjak ditambah beban di punggung memang sangat menguras tenaga.
Sindoro dan lautan awannya.
Dari tempat kami camp sampai Pos Pasar Setan membutuhkan waktu tidak sampai 10 menit!! iya deket banget. Pasar Setan merupakan merupakan tempat camp yang cukup luas dan titik temu antara jalur lama dan jalur baru. Di Pasar Setan kami berhenti sejenak untuk menikmati keindahan Gunung Sindoro di seberang. Lautan awan pun sudah bisa kalian nikmati di pos ini saat cerah. Setelah Pasar Setan, kalian akan berjumpa dengan Pasar Watu. Dinamakan Pasar Watu mungkin karena mungkin disini banyak batu-batu besar di jalurnya. Melewati Pasar Watu sangat menguras tenaga, jalur yang berupa tanah kering, batu di kanan kirim, tidak ada datarnya, dan berdebu membuat tenaga yang dikeluarkan sangat banyak. Setelah melewati pasar watu kalian akan ketemu dengan yang namanya Pos Watu Kotak. Pos ini juga menjadi alternatif untuk tempat camp bagi para pendaki. Dinamakan Watu Kotak karena disini ada batu besar yang bentuknya kotak. Tempat ini enak buat istirahat karena tempatnya adem dan tidak panas. Salah satu anggota rombongan saya pun sampai ada yang tidur sambil duduk saking nyamannya istirahat disini hehe.
Pemandangan dari Pasar Setan.
Harusnya sih camp disini, harusnya sih ya :D
Menuju Pasar Watu.

Istirahat kami lumayan lama berhenti di Watu Kotak. Anggota rombongan saya pun mulai kelelahan dan mencari tempat untuk menyembunyikan carrier agar beban yang dibawa tidak berat. Akhirnya dari 4 orang hanya saya sendiri yang melanjutkan perjalanan dengan membawa carrier. Perjalanan dari Watu Kotak sampai Puncak Buntu lumayan jauh juga. Ada satu tempat dimana kami agak ragu apakah harus lewat jalur tersebut atau tidak. Jalur tersebut memiliki kemiringan sekitar 70 derajat dan batu. Akhirnya kami memutuskan untuk mencari jalur lain dan ternyata jalur yang kami lalui melewati bagian bawah puncak buntu. Kami sampai Puncak Buntu sekitar jam 2 siang, dan kami tidak terlalu lama berada di puncak karena jam segitu memang matahari bersinar cukup terik. Setelah cukup beristirahat dan foto kami memutuskan untuk turun.


Lelah bosku hahaha.
Puncak Buntu Gunung Sumbing.
Di Gunung Sumbing juga tersedia ojek yang bisa kalian gunakan jika kalian turun dari jalur lama. Ojek akan membawa kalian dari pos 1 jalur lama sampai ke Basecamp. Dari Pos 1 sampai Basecamp memang jalur yang paling berat kalau pas turun karena disini jalurnya berbatu dan sangat membebani di lutut hehe. Jadi tidak ada salahnya kalau kalian menggunakan jasa Ojek di sini, tapi bukan Ojek Online lho ya hehe... Mungkin itu saja yang bisa saya infokan ke kalian, maklum ini adalah pendakian tahun 2013 (kelihatan tuanya) hahaha.
Gaya dulu di Pasar Watu.
Sangat melelahkan.
Negeri ini indah kan hehe.
Sindoronya malu-malu hehe.

Jalur di Pasar Watu.
Sekali-kali saya gaya dulu lah ya hehe

• • •

0 komentar:

Posting Komentar